Minggu, 26 Mei 2013

puisi

Merdeka dalam jajahan
Oleh: Rizky Kympul Maulidah

Goresan pena pada helai rasa tak pernah muncul menjadi penikmat dahaga..
Sia-sia.
Tak sedikitpun meninggalkan makna..
Kemana ujung rasa ini akan menghujam lalu berhenti?
Kemanakah siluet senyum itu menyendiri tertelan mimpi?
Segalanya kini tak memiliki arti..
Lalu untuk apakah semua ini?
Semua tetesan darah dan gurat luka yang menjadi tanda kita berduka?
Akankah semua terbuang secepat jatung berdetak, secepat hati berkerak..
Semangat para ajudan, Tuhan telah menyiapkan kita untuk berperang melawan Dewa, tak pantas kita takluk tak elok kita menyerah.
ingat! Kita sudah merdeka meski masih terjajah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar