menjadikan sang salju setetes pilu
meluapkan segala cumbu pada tiap deru sang penderu
entah kapan sesuatu menjadi satu
menghancurkan sang tapal
menceraikan sang jarak
meninggalkan si ego yang masih tetap kanak
sudah tak guna berbagai cakap terburai
yang tersisa tetaplah ada yang melebur dalam sebuah kata
"tiada"
Selasa, 01 Oktober 2013
Selasa, 04 Juni 2013
pesona aksara
Sudah bukan lagi era memandang tulisan hanya sebagai buah kasih
antara kertas dan pena, karna aksara mampu meleburkan nyata dan maya,
menghapus jejak ia dan tidak, melenyapkan tawa dan luka.
Karena aksara adalah jiwa, penuh cinta, penuh pesona, penuh rindu, penuh air mata, penuh duka, penuh cerita, penuh sejarah.
Dan aksara menyimpan magis dalam nikmat setiap kata yang lahir dari rahim ajaibnya.
oleh: Rizky Kympul Maulida
Karena aksara adalah jiwa, penuh cinta, penuh pesona, penuh rindu, penuh air mata, penuh duka, penuh cerita, penuh sejarah.
Dan aksara menyimpan magis dalam nikmat setiap kata yang lahir dari rahim ajaibnya.
oleh: Rizky Kympul Maulida
Kamis, 30 Mei 2013
puisi ilmiah
FUGASITAS
Karya: Rizky Kympul Maulida
Segala indah
saat air mampu
beku dan
bertahan
menjadi oase
dalam
penjara hawa yang menyiksa
memesona
saat kesolidan lilin
yang perlahan
mengerdil ketika
mengantikan
mentari
dengan benderang
saat sapaan gelap
menghampiri
menyedihkan
saat
amukan amarah
sang merah
meratakan
berbagai rumah
hanya dengan sekali
hentakankannya
haru
saat sembulan mentari
diujung
kebiruan langit
melahirkan
air mata
penuh aroma
yang menjadikan
embun
sebagai hiasan indah
dedaunan dalam
rayapan detiknya
tak pernah ada yang tahu
kenapa?
Bukan karena tak ada
tapi memang tak pernah ada seorangpun yang bertanya
kenapa Tuhan menciptakan manusia dengan iringan kemudahan..?
Dan salah satu kemudahan tak terjamah, telah menceritakan sejarahnya..
Tentang kebekuan,
cair
peleburan
dan tetang penyubliman
yang melingkupi medan penuh kehidupan
dalam hidup, setiap yang bernyawa..
Fugasitas
Karya: Rizky Kympul Maulida
Segala indah
saat air mampu
beku dan
bertahan
menjadi oase
dalam
penjara hawa yang menyiksa
memesona
saat kesolidan lilin
yang perlahan
mengerdil ketika
mengantikan
mentari
dengan benderang
saat sapaan gelap
menghampiri
menyedihkan
saat
amukan amarah
sang merah
meratakan
berbagai rumah
hanya dengan sekali
hentakankannya
haru
saat sembulan mentari
diujung
kebiruan langit
melahirkan
air mata
penuh aroma
yang menjadikan
embun
sebagai hiasan indah
dedaunan dalam
rayapan detiknya
tak pernah ada yang tahu
kenapa?
Bukan karena tak ada
tapi memang tak pernah ada seorangpun yang bertanya
kenapa Tuhan menciptakan manusia dengan iringan kemudahan..?
Dan salah satu kemudahan tak terjamah, telah menceritakan sejarahnya..
Tentang kebekuan,
cair
peleburan
dan tetang penyubliman
yang melingkupi medan penuh kehidupan
dalam hidup, setiap yang bernyawa..
Fugasitas
Minggu, 26 Mei 2013
puisi
Merdeka dalam jajahan
Oleh: Rizky Kympul Maulidah
Goresan pena pada helai rasa tak pernah muncul menjadi penikmat dahaga..
Sia-sia.
Tak sedikitpun meninggalkan makna..
Kemana ujung rasa ini akan menghujam lalu berhenti?
Kemanakah siluet senyum itu menyendiri tertelan mimpi?
Segalanya kini tak memiliki arti..
Lalu untuk apakah semua ini?
Semua tetesan darah dan gurat luka yang menjadi tanda kita berduka?
Akankah semua terbuang secepat jatung berdetak, secepat hati berkerak..
Semangat para ajudan, Tuhan telah menyiapkan kita untuk berperang melawan Dewa, tak pantas kita takluk tak elok kita menyerah.
ingat! Kita sudah merdeka meski masih terjajah
Oleh: Rizky Kympul Maulidah
Goresan pena pada helai rasa tak pernah muncul menjadi penikmat dahaga..
Sia-sia.
Tak sedikitpun meninggalkan makna..
Kemana ujung rasa ini akan menghujam lalu berhenti?
Kemanakah siluet senyum itu menyendiri tertelan mimpi?
Segalanya kini tak memiliki arti..
Lalu untuk apakah semua ini?
Semua tetesan darah dan gurat luka yang menjadi tanda kita berduka?
Akankah semua terbuang secepat jatung berdetak, secepat hati berkerak..
Semangat para ajudan, Tuhan telah menyiapkan kita untuk berperang melawan Dewa, tak pantas kita takluk tak elok kita menyerah.
ingat! Kita sudah merdeka meski masih terjajah
Senin, 20 Mei 2013
imajinasi
Malam kemarin entah apa yang terjadi
Bayangmu menyusup dalam selimut mimpi
Entah ego entah imaji
Tak pernah sekali saja berharap kau melesak dalam indah mimpi
Kau yang tak mungkin terjamah
Entah ego terlalu berani
Ataukah raga yang sesekali mencari
Bukan aku yang berlari
Namun kau yang pergi
Hati dan raga mustahil berimaji
Kau yang mengintip malam dalam rindu sepi hari
Kemarin dan kini hadir kembali
Tolong berhenti.
Pergi dan raih mimpi
Karna aku tak ingin larut dalam imaji tak bertepi
Karya: Rizky Kympul Maulida
"R"
rindu itu hadir
dengan lembut menyisir
ribuan anyir tak mampu sembunyikan takdir
kau nampak indah terukir
wahai takdir mari buka tabir
Karya: Rizky Kympul Maulidah
Karya: Rizky Kympul Maulidah
Langganan:
Postingan (Atom)